Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 49.988.850
Detail Proyek
-
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 98.523.600
Detail Proyek
Volume sampah yang dihasilkan di DIY semakin meningkat seiring tahun sementara sistem pengelolaan sampah yang ada tidak dapat mengimbanginya dengan baik. Potensi timbulan sampah di DIY pada tahun 2022 adalah sebesar 2.262.88/ton/hari dan akan terus naik hingga mencapai 2.403,98/ton/hari pada tahun 2027. Proyek Kajian Roadmap Pengurangan Sampah di DIY dilaksanakan dalam rangka percepatan pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA). Roadmap ini disusun untuk program perencanaan selama 6 tahun dari 2022 hingga 2037 lewat beberapa strategi, termasuk perwujudan sistem jaringan persampahan, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, penguatan komitmen lembaga eksekutif dan legislatif di daerah dalam penyediaan anggaran, pembentukan sistem informasi, penguatan keterlibatan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi, dan penerapan serta pengembangan sistem insentif dan disintensif. Dengan asumsi peningkatan kegiatan pembatasan dan pemakaian ulang sampah sebesar 7% per tahun, maka target pengurangan sampah di DIY sebesar 28-32% pada rentang 2023-2027 dapat tercapai. Hal ini telah sesuai dengan amanat Kebijakan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah, dengan catatan seluruh unit pengelolaan sampah mampu minimal mengelola sampah sesuai dengan perhitungan model.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 140.965.000
Detail Proyek
-
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 49.065.000
Detail Proyek
Proyek Penyusunan Naskah Akademik dan Raperda Inisiatif DPRD Kota Yogyakarta tentang Penataan Transportasi lokal merupakan kajian yang dilatarbelakangi dari fenomena meningkatnya angka kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kecemasan para pengguna jalan dan masyarakat kota Yogyakarta dalam berkendara. Naskah akademik disusun berdasar kajian teoritis serta implementasi pada pengaturan jalan, sengketa tanah, hingga transportasi umum. Meninjau dari perundang-undangan serta norma dan asas perundang-undangan yang ada, maka naskah akademik ini disusun sebagai bahan dan dasar dalam pembuatan peraturan daerah mengenai penataan transportasi.
Detail Proyek
Tahun
Perubahan garis pantai di Kawasan pesisir Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh energi gelombang laut yang menghantam pesisir dan dapat mempengaruhi aktivitas di daerah tersebut. Dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia juga mengancam keberlangsungan kawasan pesisir, termasuk perubahan garis pantai dan risiko erosi. Oleh karena itu penelitian terkait perubahan garis pantai termasuk analisis abrasi dan akresi sangat penting dilaksanakan untuk pengelolaan kebencanaan, penataan ruang, pengelolaan sumber daya alam, dan perencanaan kawasan pesisir. Proyek dilaksanakan dengan tujuan untuk mengelola dan memantau garis pantai di Kabupaten Bantul, DIY agar berdampak pada konservasi lingkungan, keamanan dan ketahanan, pembangunan ekonomi, serta penataan ruang yang terencana. Kegiatan proyek meliputi pemetaan, identifikasi penyebab abrasi, evaluasi risiko bencana, dan penyusunan rekomendasi mitigasi. Kesimpulan dari studi menunjukkan hampir seluruh wilayah pesisir di Kabupaten Bantul mengalami abrasi dengan jarak terjauh mencapai 96 meter. Laju abrasi rata-rata di pesisir Bantul adalah sekitar 2,3 meter per tahun, dengan variasi nilai abrasi di setiap pantai. Faktor utama penyebab abrasi adalah perubahan iklim, angin dan gelombang sementara pemicu abrasi sendiri adalah frekuensi badai siklon dan berkurangnya sedimen sungai.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 409.450.000
Detail Proyek
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan hasil dari optimalisasi daerah dalam memanfaatkan kekayaan daerahnya sendiri, maka dari itu PAD menjadi komponen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Retribusi parkir merupakan salah satu komponen penyumbang PAD, namun ditemukan adanya stagnasi pada pertumbuhan nilai retribusi parkir yang terserap dalam pajak daerah. Kenyataan tersebut tidak sejalan dengan perkembangan pembangunan di bidang ekonomi, kegiatan perekonomian dan pariwisata Kota Batam yang semakin pesat. Proyek penanganan perparkiran di Kota Batam bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan fasilitas parkir yang memadai, meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pengembangan retribusi parkir, serta mengatasi stagnasi nilai retribusi dan mengurangi kemacetan. Dalam proyek ini dilakukan identifikasi potensi dan permasalahan parkir, strategi penanganan parkir, serta pengembangan program penanganan parkir tahunan. Proyek ini menghasilkan analisis karakteristik parkir, proyeksi pendapatan dan biaya operasional, serta panduan langkah-langkah penyusunan rencana strategis. Melalui peningkatan tarif retribusi, penggunaan sistem pembayaran non-tunai, dan pengembangan lokasi parkir, diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan parkir di Kota Batam.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 835.918.800
Detail Proyek
Survei asal tujuan barang dilaksanakan untuk memahami dan menggambarkan pergerakan barang di wilayah Aceh. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus barang, mempercepat distribusi barang dari titik awal hingga tujuan akhir, serta meminimalkan biaya dan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut. Proyek ini mengangkat isu-isu seperti infrastruktur yang kurang memadai, keterpaduan sistem transportasi, ketidakpastian informasi terkait distribusi barang, kapasitas angkutan yang cukup, efisiensi biaya dan waktu, daya saing ekonomi, pertumbuhan ekonomi, pengurangan polusi, keamanan, peningkatan aksesibilitas, serta pentingnya kemitraan dan koordinasi antar berbagai pemangku kepentingan. Dari hasil wawancara sejumlah 444 responden, disimpulkan bahwa; 35,67% adalah Produsen dan 64,33% Non Produsen. Jenis komoditas survei meliputi Minyak dan Gas Bumi (5,18%), General Cargo (34,46%), Batu Bara (0,68%), Kayu dan Olahan Primer (1,35%), Beras (3,15%), Minyak Kelapa (17,12%), Pupuk (2,93%), Semen (1,58%), Bahan Galian Tambang (2,48%), Biji-Bijian (Kopi) (4,28%), Biji-Bijian (Pertanian) (7,88%), Sayur, Buah, Daging, Ikan (18,92%), dan Ekspedisi (0%). Komoditas utama barang di Aceh adalah General Cargo, Sayuran, Buah, Daging, Ikan, dan Minyak Kelapa, jenis tersebut sesuai dengan pola ruang Aceh yang meliputi Perkebunan dan Perikanan. Pola perjalanan barang menunjukkan Zona Utara (31%) dan Zona Barat (19%) sebagai bangkitan perjalanan terbesar, sementara tarikan perjalanan terjadi di Zona Utara (42%) dan Zona Pusat (21%). Distribusi barang dan lalu lintas dominan di Jalan Aceh Lintas Utara, yang menghubungkan Kota Medan–Banda Aceh.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 581.362.500
Detail Proyek
Kecamatan Kalijambe dan Gemolong sebagai wilayah dengan keberadaan ratusan perajin mebel sejatinya dapat menjadi potensi pengembangan kawasan industri di Kabupaten Sragen. Namun dikarenakan proses produksi yang mayoritas masih konvensional sehingga hanya bergerak dalam skala kecil, banyaknya IKM mebel di Sragen belum sesuai dengan kualitas standar industri maupun ekspor. Dari fenomena tersebut pemerintah Kabupaten Sragen berupaya untuk membangun kawasan sentra industri mebel dan kerajinan tangan baru lewat penyusunan konsep serta pengembangan rencana bisnis dan proses bisnis sentra mebel. Proyek ini mengidentifikasi kebutuhan pengembangan dan proses bisnis sentra mebel, melakukan kajian kelembagaan sentra mebel di Sragen, serta melakukan kajian pengembangan rencana bisnis dan proses bisnis dari Sentra Mebel di Kabupaten Sragen.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 962.548.180
Detail Proyek
Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia sebagai akibat dari lokasi dan kondisi geografisnya. Bencana-bencana seperti gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran hutan, dampak dari cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung menjadi ancaman di wilayah tersebut karena memberi dampak signifikan terhadap proses dan hasil pembangunan di Kabupaten Boyolali. Proyek mengangkat isu-isu penting seperti kerentanan Boyolali terhadap berbagai bencana, pergeseran paradigma penanggulangan bencana, standar pelayanan dasar, pengukuran efektivitas penanggulangan bencana, dan pentingnya kajian risiko bencana sebagai landasan untuk mengurangi dampak dan risiko jangka panjang. Proyek ini melibatkan pengkajian risiko bencana dengan menyusun dokumen, album peta, dan database digital untuk mengurangi risiko bencana di Kabupaten Boyolali. Kajian juga menyampaikan rekomendasi aksi yang dapat dilakukan oleh stakeholder untuk menangani tiap bencana dari akar masalahnya.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 245.800.620
Detail Proyek
Rekomendasi Teknis Penanganan Dampak Lalu Lintas Pembangunan Terminal Bontang disusun untuk mengetahui prediksi lalu lintas ruas jalan sekitar wilayah akibat adanya pembangunan terminal tersebut. Penyusunan dokumen bertujuan untuk mencegah timbulnya masalah transportasi yang mungkin muncul diakibatkan oleh pembangunan Terminal Bontang. Tahapan analisis yang dilakukan antara lain; identifikasi karakteristik pembangunan kawasan, analisis bangkitan-tarikan perjalanan, analisis regresi linier, analisis tingkat kapasitas jalan, analisis tingkat kinerja/pelayanan ruas jalan, analisis tingkat kecepatan, analisis kinerja persimpangan jalan, analisis satuan ruang parkir. Hasil dari berbagai analisis tersebut menunjukkan bahwa operasional Terminal Bontang akan menurunkan kinerja ruas jalan yang ada dan dapat mempengaruhi daya dukung jalan untuk menampung penambahan beban lalu lintas yang terjadi. Selain itu juga berpotensi untuk meningkatkan hambatan perjalanan kendaraan sebagai akibat dari aktivitas keluar-masuk kendaraan pada lokasi kegiatan di sekitar terminal. Masalah-masalah tersebut dapat ditangani melalui beberapa strategi seperti menyediakan tempat khusus penyeberangan bagi pejalan kaki (zebra cross), melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas, manajemen arus pada simpang, menindak tegas pengemudi yang berkendara secara serampangan, pemasangan rambu yang sesuai dengan kebutuhan, dan sebagainya.











