Detail Proyek
Tahun
Perubahan garis pantai di Kawasan pesisir Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh energi gelombang laut yang menghantam pesisir dan dapat mempengaruhi aktivitas di daerah tersebut. Dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia juga mengancam keberlangsungan kawasan pesisir, termasuk perubahan garis pantai dan risiko erosi. Oleh karena itu penelitian terkait perubahan garis pantai termasuk analisis abrasi dan akresi sangat penting dilaksanakan untuk pengelolaan kebencanaan, penataan ruang, pengelolaan sumber daya alam, dan perencanaan kawasan pesisir. Proyek dilaksanakan dengan tujuan untuk mengelola dan memantau garis pantai di Kabupaten Bantul, DIY agar berdampak pada konservasi lingkungan, keamanan dan ketahanan, pembangunan ekonomi, serta penataan ruang yang terencana. Kegiatan proyek meliputi pemetaan, identifikasi penyebab abrasi, evaluasi risiko bencana, dan penyusunan rekomendasi mitigasi. Kesimpulan dari studi menunjukkan hampir seluruh wilayah pesisir di Kabupaten Bantul mengalami abrasi dengan jarak terjauh mencapai 96 meter. Laju abrasi rata-rata di pesisir Bantul adalah sekitar 2,3 meter per tahun, dengan variasi nilai abrasi di setiap pantai. Faktor utama penyebab abrasi adalah perubahan iklim, angin dan gelombang sementara pemicu abrasi sendiri adalah frekuensi badai siklon dan berkurangnya sedimen sungai.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 962.548.180
Detail Proyek
Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia sebagai akibat dari lokasi dan kondisi geografisnya. Bencana-bencana seperti gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran hutan, dampak dari cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung menjadi ancaman di wilayah tersebut karena memberi dampak signifikan terhadap proses dan hasil pembangunan di Kabupaten Boyolali. Proyek mengangkat isu-isu penting seperti kerentanan Boyolali terhadap berbagai bencana, pergeseran paradigma penanggulangan bencana, standar pelayanan dasar, pengukuran efektivitas penanggulangan bencana, dan pentingnya kajian risiko bencana sebagai landasan untuk mengurangi dampak dan risiko jangka panjang. Proyek ini melibatkan pengkajian risiko bencana dengan menyusun dokumen, album peta, dan database digital untuk mengurangi risiko bencana di Kabupaten Boyolali. Kajian juga menyampaikan rekomendasi aksi yang dapat dilakukan oleh stakeholder untuk menangani tiap bencana dari akar masalahnya.


