Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 342.349.086
Detail Proyek
Parkir merupakan salah satu elemen penting dalam transportasi perkotaan yang berdampak pada pemilihan moda serta mempengaruhi sistem transportasi suatu kota. Parkir juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Namun banyak ditemui bahwa perkembangan pembangunan yang notabene memunculkan zona aktivitas perkenomian dan pariwisata tidak mampu menunjang peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir. Pendapatan dari pengelolaan parkir yang kecil dan ketidakmampuan dalam mengukur potensi pendapatan parkir yang sebenarnya di wilayah menjadi masalah yang dihadapi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu kajian dilaksanakan untuk mereviu data titik parkir yang sudah ada serta mengidentifikasi potensi titik parkir baru sebagai bahan analisis pengelolaan parkir di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Hasil dari kajian antara lain adalah; pelaksanaan survei tinjauan status titik parkir (termasuk titik parkir yang sudah di-hak milik maupun yang belum dikuasai oleh swasta), identifikasi potensi titik parkir baru, mengukur potensi pendapatan yang dapat diterima dari pengelolaan parkir, membuat rekomendasi penetapan titik parkir baru sesuai hasil tinjauan serta tersusunnya konsep pengelolaan parkir yang tepat meliputi regulasi, kelembagaan, sistem pembayaran retribusi dan teknologi E-Parking.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 125.000.000
Detail Proyek
Terletak pada delta jalur ekonomi Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah perdagangan, pertanian, dan tujuan wisata, Selain itu, Kabupaten Pasuruan juga disebut sebagai sentra industri di wilayah tapal kuda Jawa Timur. hal ini dikarenakan banyaknya jumlah industri yang terdapat di Kabupaten Pasuruan baik untuk industri besar, menengah, dan industri kecil. Total jumlah industri di Kabupaten Pasuruan sebanyak 1.328 industri, namun hanya 453 industri atau setara dengan 34% industri yang memiliki Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kajian dilaksanakan untuk menyusun dokumen pedoman dalam rangka pencegahan dan penanggulangan apabila terjadi peristiwa kedaruratan yang diakibatkan oleh aktivitas pengelolaan B3 dan/atau Limbah B3 di Kabupaten Pasuruan. Dari hasil survei ditemukan bahwa pada tahun 2022 penggunaan bahan berbahaya dan beracun di Kabupaten Pasuruan rata-rata sebesar 240.778,27 ton/tahun serta jumlah Limbah B3 rata-rata sebesar 304.124,29 ton/tahun yang memiliki tingkat risiko sedang. Rekomendasi yang diusulkan sebagai program antara lain adalah dengan penyusunan dokumen kedaruratan, sosialisasi, edukasi, pembentukan kelembagaan kedaruratan, pendayagunaan layanan gawat darurat 112 Kabupaten Pasuruan serta mengadakan pelatihan penanggulangan kedaruratan pengelolaan B3 dan/atau Limbah B3.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 378.690.000
Detail Proyek
Survei Kinerja Lalu Lintas dilakukan untuk mengumpulkan data-data dasar lalu lintas untuk mendukung penyelenggaraan manajemen lalu lintas. Kegiatan bertujuan untuk mengetahui volume lalu lintas harian pada ruas jalan, mengetahui tingkat pelayanan persimpangan, dan memperoleh data kecepatan rata-rata pada ruas jalan di Kota Surabaya. Survei Volume Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dilaksanakan pada 51 jalan utama di Kota Surabaya selama 16 jam (antara pukul 05.00-21.00 WIB) dengan sasaran masyarakat kota pengguna transportasi pribadi. Perbandingan data volume lalu lintas selama 16 jam tersebut menunjukkan bahwa perubahan volume lalu lintas (dalam satuan mobil penumpang) rata-rata setiap tahunnya adalah 3,4% per tahun, sedangkan untuk rata-rata pertumbuhan tiap jenis kendaraan dalam 10 tahun terakhir ditemukan sebesar 6,64% per tahun. Selain itu tingkat pelayanan persimpangan dengan arus macet, volume diatas kapasitas dan terjadi hambatan-hambatan besar di Kota Surabaya berlangsung di persimpangan Jl. Veteran–Jl. Kebon Rojo–Jl. Pahlawan pada jam puncak pagi.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 163.269.000
Detail Proyek
Wilayah Kota Lama merupakan kawasan peninggalan sejarah dari 3 etnis yaitu Cina, Arab dan Eropa yang terletak di bagian utara Kota Surabaya. Banyaknya bangunan-bangunan peninggalan tiap etnis seperti Masjid Cheng Ho, kampung arab, dan jembatan merah selayaknya dapat menjadi lokasi wisata yang atraktif. Namun keberadaan sarana dan prasarana transportasi yang kurang informatif dan lalu lintas yang berantakan menjadi beberapa alasan kurang diminatinya wilayah wisata Kota Lama Surabaya. Kajian dilaksanakan untuk mengidentifikasi pola pergerakan lalu lintas kawasan wisata Kota Lama, merencanakan alternatif penataan rute kendaraan agar distribusi lalu lintas merata, serta mengetahui kinerja jaringan jalan sebelum dan sesudah adanya penataan lalu lintas di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Berbagai survei mengenai kinerja lalu lintas dilakukan sebagai acuan dan bahan analisis untuk rencana kerja serta rekomendasi pembangunan kawasan wisata Kota Lama Surabaya untuk rentang tahun 2022-2027.




