Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 962.548.180
Detail Proyek
Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia sebagai akibat dari lokasi dan kondisi geografisnya. Bencana-bencana seperti gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran hutan, dampak dari cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung menjadi ancaman di wilayah tersebut karena memberi dampak signifikan terhadap proses dan hasil pembangunan di Kabupaten Boyolali. Proyek mengangkat isu-isu penting seperti kerentanan Boyolali terhadap berbagai bencana, pergeseran paradigma penanggulangan bencana, standar pelayanan dasar, pengukuran efektivitas penanggulangan bencana, dan pentingnya kajian risiko bencana sebagai landasan untuk mengurangi dampak dan risiko jangka panjang. Proyek ini melibatkan pengkajian risiko bencana dengan menyusun dokumen, album peta, dan database digital untuk mengurangi risiko bencana di Kabupaten Boyolali. Kajian juga menyampaikan rekomendasi aksi yang dapat dilakukan oleh stakeholder untuk menangani tiap bencana dari akar masalahnya.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 245.800.620
Detail Proyek
Rekomendasi Teknis Penanganan Dampak Lalu Lintas Pembangunan Terminal Bontang disusun untuk mengetahui prediksi lalu lintas ruas jalan sekitar wilayah akibat adanya pembangunan terminal tersebut. Penyusunan dokumen bertujuan untuk mencegah timbulnya masalah transportasi yang mungkin muncul diakibatkan oleh pembangunan Terminal Bontang. Tahapan analisis yang dilakukan antara lain; identifikasi karakteristik pembangunan kawasan, analisis bangkitan-tarikan perjalanan, analisis regresi linier, analisis tingkat kapasitas jalan, analisis tingkat kinerja/pelayanan ruas jalan, analisis tingkat kecepatan, analisis kinerja persimpangan jalan, analisis satuan ruang parkir. Hasil dari berbagai analisis tersebut menunjukkan bahwa operasional Terminal Bontang akan menurunkan kinerja ruas jalan yang ada dan dapat mempengaruhi daya dukung jalan untuk menampung penambahan beban lalu lintas yang terjadi. Selain itu juga berpotensi untuk meningkatkan hambatan perjalanan kendaraan sebagai akibat dari aktivitas keluar-masuk kendaraan pada lokasi kegiatan di sekitar terminal. Masalah-masalah tersebut dapat ditangani melalui beberapa strategi seperti menyediakan tempat khusus penyeberangan bagi pejalan kaki (zebra cross), melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas, manajemen arus pada simpang, menindak tegas pengemudi yang berkendara secara serampangan, pemasangan rambu yang sesuai dengan kebutuhan, dan sebagainya.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 341.125.000
Detail Proyek
Survei Kondisi jembatan merupakan kegiatan pemeriksaan visual terhadap seluruh jembatan yang ada pada ruas jalan Jalan Kabupaten di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun untuk mengetahui informasi kondisi jembatan terkini. survei dilakukan sebagai upaya memelihara jembatan supaya tetap dalam kondisi aman dan layak serta untuk menentukan penanganan jangka pendek jika diperlukan dan rekomendasi jangka panjang. Inventarisasi jembatan dilakukan dengan memakai pedoman Bridge Management System (BMS) meliputi pemeriksaan inventarisasi, detail, rutin dan pemeriksaan khusus. Hasil pemeriksaan survei dimasukan dalam basis data kondisi jembatan berformat excel. Hasil data lapangan menunjukkan di tahun 2022 terjadi kenaikan jumlah jembatan, dari 625 unit di tahun 2021 menjadi 626 unit di tahun 2022.
Tahun
Nilai Kontrak
Nilai
Rp 381.227.230
Detail Proyek
Pertumbuhan aktivitas masyarakat akan meningkatkan perekonomian, hal tersebut juga akan mempengaruhi peningkatan timbulan persampahan baik dari segi jenis maupun volume. Oleh sebab itu diperlukan kajian komprehensif terhadap sistem persampahan di Kabupaten Kulonprogo. Perencanaan persampahan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan pengelolaan sampah yang baik di kabupaten Kulonprogo. Isu yang diangkat oleh proyek ini sesuai dengan Undang-Undang No. 18 tahun 2008 (Pengelolaan Persampahan) dan Perpres No. 97 Tahun 2017. Terdapat 3 bidang penelitian dasar dalam kajian studi ini yaitu: kajian pada aspek lingkungan (masterplan dan manajemen persampahan), aspek legal formal (studi tentang Rancangan Peraturan Bupati dan hal-hal yang terkait), serta aspek teknis pengembangan TPA Banyuroto (pengembangan TPA Banyuroto, studi kelayakan, dan perencanaan teknis TPA). Rencana Desain TPA meliputi bangunan lapangan, bangunan pendukung, dan metode analisis. Hasil akhir proyek ini berbentuk kajian diantaranya; proyeksi pertumbuhan penduduk, evaluasi proyeksi pertumbuhan penduduk, proyeksi timbulan sampah, asumsi model pengelolaan persampahan, proyeksi keperluan sarana/prasarana transportasi persampahan, proyeksi perluasan lahan TPA Banyuroto, proyeksi pertumbuhan penduduk, proyeksi timbulan sampah, proyeksi unit pengelola persampahan, proyeksi unit sarana/prasarana persampahan, unit sarana transportasi persampahan, proyeksi kebutuhan tempat penampungan sementara (TPS), dan proyeksi kebutuhan lahan TPA Banyuroto.




